Jakarta (KABARIN) - Anak-anak yang terlihat paling sukses saat dewasa tidak selalu yang paling cepat menguasai hafalan atau pelajaran akademik. Sering kali, mereka adalah yang mampu mengelola diri, bertahan menghadapi kesulitan, dan terus mencoba hingga berhasil.
Para psikolog menyebut kemampuan ini sebagai fungsi eksekutif dan regulasi diri, yaitu keterampilan otak dalam mengelola emosi, membuat keputusan, mengendalikan impuls, dan merencanakan tindakan. Kabar baiknya, kemampuan ini dapat dilatih sejak dini.
Mengutip Times of India, berikut lima keterampilan penting yang perlu dipelajari anak:
1. Berhenti sejenak sebelum bereaksi
Kemampuan untuk jeda sebelum merespons membantu anak tidak bertindak berdasarkan emosi sesaat. Ini menjadi dasar pengendalian diri yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi.
2. Menamai perasaan
Membantu anak mengenali dan menyebutkan emosi seperti marah, sedih, atau senang membuat mereka lebih mampu memahami dan mengendalikan perasaan sendiri.
3. Meminta bantuan tanpa rasa malu
Anak perlu memahami bahwa meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan cara sehat untuk menyelesaikan masalah dengan dukungan orang lain.
4. Menggunakan kata “belum”
Mengganti “saya tidak bisa” menjadi “saya belum bisa” membantu anak membangun growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan dapat berkembang melalui latihan dan usaha.
5. Belajar bahwa kesalahan adalah bagian dari proses
Kesalahan bukan kegagalan, melainkan informasi untuk belajar. Dengan cara pandang ini, anak akan lebih berani mencoba dan tidak mudah menyerah.
Kelima keterampilan ini dinilai penting untuk membentuk ketahanan mental anak, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan di masa depan, baik di sekolah maupun kehidupan sehari-hari.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026